Mata Kuliah Optik T.A 2014/2015 Semester Genap

Blog ini dibangun untuk memenuhi salah satu proyek matakuliah Optik dengan Dosen Pengampu Bapak Apit Fathurohman, S. Pd., M. Si.

Mata Kuliah Optik T.A 2014/2015 Semester Genap

Blog ini dibangun untuk memenuhi salah satu proyek matakuliah Optik dengan Dosen Pengampu Bapak Apit Fathurohman, S. Pd., M. Si.

Tampilkan postingan dengan label Aplikasi Optik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi Optik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

Upgrade Perangkat Telekomunikasi (NE DWDM)

Kesempatan untuk begadang Mingguan di site lagi…. :P yang lain pada ngapel kemana….,saya mah ngapel di site… :D Pada hari minggu tanggal 1/5/2011 kemarin saya mendapat jadwal giliran untuk upgrade NE DWDM di site muara bulian Jambi, di hari itu juga ada 5 lokasi site yang waktunya bersamaan dari jumlah total 24 lokasi site diarea sumatera, dengan Schedule yang sudah ditentukan sebelumnya berdasarkan area site masing-masing. Team yang terdiri dari 3 orang yaitu 2 engineer dan 1 teknisi siap-siap untuk menumbangkan NE DWDM versi lama menjadi versi baru :D, jumlah team tiap site mungkin berbeda-beda sesuai kondisi personil yang ada di lapangan. Untuk mengambil kondisi aman maka team  mulai berangkat ke site jam 02:00 wib, dimana jadwal waktu eksekusi dimulai kurang lebih pada pukul 03:15 wib, Waktu tengan malam ini biasanya merupakan waktu aman dalam melakukan solving problem pada jaringan telekomunikasi agar tidak terlalu menggagngu trafik telekomunikasi yang sedang aktif. Sebenarnya saya masih belum paham loh tentang apa yang akan dilakukan pada saat upgrade DWDM.. :P ,ehh..ternyata hanya mengganti secara software versi lama ke versi baru seperti itu kurang lebih, tapi secara hardware pun siapa takut :P PD nyo yah… awas jika ada kesempatan untuk mencoba heummm.. kalau dalam Operating system komputer mah yaitu dari SP1 ke SP3 heummm….hanya gitu loh… :D :D
Ingat….!!! dalam melakukan upgrade tersebut ada beberapa syarat yang harus dilakukan sesuai prosedur loch.. :P, ini yang saya masih inget :D kalau di jelasin secara lengkap heummm.. bisa sampai 2 disc bolak-balik :D Lannnnjut…   Sbb :
1. Pastikan tidak ada status NE DWDM yang alarm 2 jam sebelum upgrade dimulai
2. Check  semua status NE DWDM dalam kondisi ok
3. Download APS versi terbaru dan tunggu jangan di swap dulu, kita koordinasi dengan Helpdesk NOC/MOD dan team di site masing-masing lokasi yang sedang upgrade juga, ini untuk memastikan  saat kita mulai swap tidak boleh bersamaan, kalau bersaman bisa error atau konflik.
4. Setelah swap sukses tunggu beberapa saat untuk memastikan upgrade telah sukses dan support dengan NE DWDM, perangkat DWDM akan mereset secara otomatis menandakan upgrade berjalan.
5. Dan Proses selanjutnya…tolong di bantu yah.. sampe installation completed successfully:D jari-jari ku sudah cape nih…sorry yach… Silahkan tambahkan lagi bagi rekan-rekan yang sudah melakukan upgrade NE DWDM :P
Akhirnya jam sudah menunjukkan 06:00 wib, kami pun siap-siap untuk meninggalkan site.. Nantikan upgrade selanjutnya….
Yooowis dulu yoo…. Mungkin segitu saja yang saya tahu…, mohon di koreksi ya… :D
Salam, nisya

Jenis-Jenis Alarm pada DWDM

Sekian banyak jenis alarm yang terdapat pada DWDM hiT 7300, mungkin kita hanya tahu beberapa jenis alarm saja dari sekian banyak jenis alarm. Salah satu jenis alarm yang sangat kenal yaitu LOS (Loss of Signal) alarm, alarm inilah yang sering terdengar bahkan ketika terjadi gangguan pada perangkat telekomunikasi DWDM, silahkan hitung saja berapa banyak kita menangani gangguan dan jenis alarm apa yang sering ditangani. Ketika terjadi gangguan pada perangkat telekomunikasi DWDM, coba cek alarm apa yang muncul? karena menurut saya mengetahui jenis alarm itu penting, dengan mengetahui jenis alarm setidaknya kita sudah mengetahui sebab akibat dari problem yang terjadi, sehingga mempermudah dalam action pertama yang mesti dilakukan. Pada perangkat DWDM hiT 7300 dibagi beberapa kategori alarm :
1.      Equipment alarms :
ACTLP Active Loop (ACTLP)
APRM Automatic Power Reduction Mode (APRM)
CCFAIL Card Communication Failure (CCFAIL)
CFF Compact Flash Failure (CFF)
CMISM Card Mismatch (CMISM)
CMISS Card Missing (CMISS)
CMM Client Mode Mismatch (CMM)
CONCABF Connection Cable Fail (CONCABF)
CP Card Problem (CP)
FAN_MAJOR Fan Major (FAN_MAJOR)
FAN_MINOR Fan Minor (FAN_MINOR)
FCTNS Function Not Supported (FCTNS)
FilterExpired Filter Life Time Expired (FilterExpired)
FMISM Frequency Mismatch (Optical Interface) (FMISM)
ISLP Interstage Loss Alarm (ISLP)
LowCfsuFlow Low CFSU Flow (LowCfsuFlow)
LSBFAIL Laser Safety Bus Failure (LSBFAIL)
LSBMISM Slot LSB Mismatch (LSBMISM)
LSBWRONG Wrong LSB Cabling (LSBWRONG)
MeasFail Measurement Failed (MeasFail)
MMISM Module Mismatch (MMISM)
MMISS Module Missing (MMISS)
MNOTCT Module Not Certified (MNOTCT)
MP Module Problem (MP)
NLD No Light Detected (NLD)
OBFF Onboard Flash Failure (OBFF)
OBRF Receive Failure at Booster Stage (OBRF)
OBTF Booster Stage Transmit Fail (OBTF)
OPRF Optical Preamplifier Stage Receive Failure (OPRF)
OPTF Preamplifier Stage Transmit Fail (OPTF)
OSCLOL OSC Loss of Lock (OSCLOL)
OSCTD OSC Laser Transmit Degrade (OSCTD)
OSCTF OSC Laser Transmit Fail (OSCTF)
OverPower1M Over Power 1M (OverPower1M)
PD Pump Degrade (PD)
PF Pump Fail (PF)
POOR Power Out of Range (POOR)
PS1 Power Supply 1 Problem (PS1)
PS2 Power Supply 2 Problem (PS2)
PS3 Power Supply 3 Problem (PS3)
PS4 Power Supply 4 Problem (PS4)
Pu1TD Pump 1 Transmit Degrade (Pu1TD)
Pu2TD Pump 2 Transmit Degrade (Pu2TD)
Pu3TD Pump 3 Transmit Degrade (Pu3TD)
Pu4TD Pump 4 Transmit Degrade (Pu4TD)
Pu1TF Pump 1 Transmit Fail (Pu1TF)
Pu2TF Pump 2 Transmit Fail (Pu2TF)
Pu3TF Pump 3 Transmit Fail (Pu3TF)
Pu4TF Pump 4 Transmit Fail (Pu4TF)
SBLOS Sub Band Loss Of Signel (SBLOS)
SLH Span Loss High (SLH)
SLL Span Loss Low (SLL)
SRMISS Shelf Missing (SRMISS)
SWP Switch Problem (SWP)
TD Transmit Degrade (TD)
TempM Temperature Problem (major) (TempM)
TempMIN Temperature Problem (minor) (TempMIN)
TempP Temperature Problem (TempP)
TempP1 Temperature Problem 1 (TempP1)
TempP2 Temperature Problem 2 (TempP2)
TF Transmit Fail (TF)
WRGSR Wrong Shelf Type (WRGSR)
2.      Communication alarms :
BDI Backward Defect Indication (BDI)
CHM Channel Mismatch (CHM)
CSF_LCS GFP Client Signal Fail – Loss of Character Synchronization
(CSF_LCS)
CSF_LOS GFP Client Signal Fail – Loss of Signal (CSF_LOS
DEG Degraded Signal (DEG)
DEG-O Degraded Signal (OSC) (DEG-O)
DOPFail Degree of polarization failure (DOPFail)
DRM GFP Data Rate Mismatch (DRM)
EOCI External Open Connection Indication (EOCI)
EXC-O Excessive Bit Error Ratio (OSC) (EXC-O)
EXM GFP Extension Header Mismatch (EXM)
ITIM Internal Trace Identifier Mismatch (ITIM)
LCK Locked Defect (LCK)
LFD GFP Loss of Frame Delineation (LFD)
LOF Loss of Frame (LOF)
LOF-egress Loss of Frame (egress) (LOF-egress)
LOFLOM Loss of Frame and Multiframe (LOFLOM)
LOF-O Loss of Frame (OSC overhead) (LOF-O)
LOM Loss of Multiframe (LOM)
LOS Loss of Signal (LOS)
LOS-O Loss of Signal (OSC) (LOS-O)
LOS-P Loss of Signal (payload) (LOS-P)
LSM Link State Mismatch (LSM)
LSS Loss of PRBS Lock (LSS)
LTC Loss of Tandem Connection (LTC)
MSIM Multiplex Structure Identifier Mismatch (MSIM)
NFR GFP No Frames Received (NFR)
OCI Open Connection Indication (OCI)
OOS GFP Frames Out of Sequence (OOS)
OPR Optical Power Received Too Low (OPR)
PESF Preemphasis Section Fail (PESF)
PHF Power Too High Failure (PHF)
PLF Power Too Low Failure (PLF)
PLM Payload Mismatch (PLM)
SSF Server Signal Fail (SSF)
SSF-egress Server Signal Fail (egress) (SSF-egress)
SSF-O Server Signal Fail (OSC) (SSF-O)
SSF-P Server Signal Fail (payload) (SSF-P)
SSF-prot Server Signal Fail (protection) (SSF-prot)
SYNCF Synchronization Failure (SYNCF)
SYNCF-egress Synchronization Failure (egress) (SYNCF-egress)
TCLL TDC Control Loop Limit (TCLL)
TIM Trace Identifier Mismatch (TIM)
TIM-egress Trace Identifier Mismatch (egress) (TIM-egress)
TNEF Target NE Failure (TNEF)
UCI GFP Unexpected Channel ID (UCI)
UPM GFP User Payload Mismatch (UPM)
VOATC VOA Threshold Crossed (VOATC)
3.      Processing Error alarms :
APSM APS Mismatch (APSM)
MIBF MIB Failure (MIBF)
NQO Notification Queue Overflow (NQO)
RQO Request Queue Overflow
4.      Environmental alarms :
EXT External Alarm (EXT)
5.      Quality of Service alarms :
TCA Threshold Crossing Alert (TCA)
Sebelumnya saya belum sempat untuk berbagi coretan di blog ini, Alhamdulillah akhirnya saya bisa sharing kembali dengan teman-teman di dunia maya. Ini merupakan sekedar sharing, semoga dapat bermanfaat.
Sumber : Nisya Ulmiah (me)

Teknologi DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) Part 1

Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi semakin meningkat sejalan dengan kebutuhan masyarakat pada sarana/layanan komunikasi yang handal dan canggih saat ini hingga dimasa mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan itu maka diperlukan suatu jaringan sistem telekomunikasi yang mampu memberikan QoS (Quality of Service) yang terbaik. Dengan adanya perkembangan teknologi jaringan transport berbasis serat optic yang sebelumnya hanya mampu mentransmisikan data pada orde mega bit per second(Mbps), sekarang ini sudah mampu untuk  ditransmisikan pada orde giga bit per second(Gbps) bahkan lebih cepat lagi bisa mencapai tera bit per second(Tbps) sehingga dapat memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan kapasitas transmisi pada jaringan. Teknologi jaringan transport ini berawal dari teknologi SDH(Synchronous Digital Hierarchy) dan PDH(Plesiochronous Digital Hierarchy) yang kemudian disusul oleh teknologi jaringan yang beroperasi dalam sinyal dan domain(optic) panjang gelombang yaitu DWDM(Dense Wavelength Division Multiplexing).
Dense Wavelength Division Multiplexing(DWDM) merupakan suatu teknologi jaringan transport yang memanfaatkan cahaya dari serat optik dengan panjang gelombang yang berbeda-beda untuk ditransmisikan melalui kanal-kanal informasi dalam satu fiber tunggal. Jumlah panjang gelombang yang dapat ditransmisikan dalam jaringan pada satu fiber terus berkembang(4, 8, 16, 32, dan seterusnya), jenis fiber yang direkomendasikan oleh ITU-T (International Telecommunication Union) adalah G.650 – G.659 dan yang sering digunakan saat ini yaitu jenis fiber G.655, jenis fiber G.655 merupakan jenis fiber yang mempunyai karakteristik umum Non Zero Dispersion Shifted Fibre(NZDSF)  yaitu fiber yang memiliki koefisien dispersi kromatik lebih rendah(dispersi optimal).
Gambar 1. Chromatic Dispersion
Prinsip kerja dari teknologi DWDM secara umum memilki persamaan dengan media transmisi lainnya dalam mengirimkan sinyal informasi dari satu tempat ke tempat lain. Untuk teknologi DWDM menggunakan media transmisi berupa fiber optic, dimana semua sumber sinyal informasi(λ1-λn) dari transmiter akan dimultipleksikan ke dalam satu fiber, setelah itu sinyal informasi tersebut ditransmisikan kemudian masuk ke perangkat demuktiplekser untuk disebarkan kembali sesuai tujuan masing-masing sinyal yang akan diterima oleh receiver.
Gambar 2. Prinsip Kerja Jaringan Transport(DWDM)
Pada teknologi DWDM ini terdapat komponen pendukung diantaranya jenis filter, serat optic dan penguat optik. Jenis filter yang digunakan pada umumya antara lain Dichroic interference Filters(DIF), Fiber Bragg Gratings(FBG), Array Wavegiude Filters(AWG) dan Hybrid Fused Cascade Fiber(FCF) dengan Mach-Zehnder(M-Z) interference. Komponen selanjutnya adalah serat optic dengan dispersi yang rendah, sementara penguat optic yang banyak digunakan adalah EDFA(Erbium Doped fibre Amplifier(1530-1565 nm)) dan msih banyak lagi jenis penguat lainnya contoh raman amplifier dll. Penggunaan penguat optic sangat penting peranannya di dalam perkembangan teknologi DWDM tersebut sebagai penguat sinyal optic dan proses 3R(Reshaping,Regenerating,Retiming) untuk menjaga kualitas sinyal yang maksimal.
Gambar 3. Penguat Optik
Keuntungan menggunakan teknologi DWDM :
  1. Mampu untuk memenuhi kebutuhan kapasitas jaringan dimasa depan
  2. Dapat mengakomodasi layanan baru dan transparansi terhadap format sinyal dan protocol jaringan.
  3. Mampu untuk diimplementasikan pada jaringan telekomunikasi jarak jauh(long haul)
  4. Dapat menyediakan kebutuhan Bandwidth yang sangat cepat
  5. Teknologi DWDM dapat mentransmisikan banyak panjang gelombang(λ) dalam satu fiber
  6. Penghematan biaya (low cost) dalam pembangunan infrastruktur jaringan fiber optic
Sumber : adeadnani.wordpress.com